Tidak Ada Peredaran Beras Plastik Di Tanjungpinang
Pandawa FM (Tanjungpinang),- Kapolres Tanjungpinang AKBP Dwita Kumu Wardana, bersama Kepala Dinas Kesehatan, Rustam serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tanjungpinang, Suyitno memastikan, belum ada ditemukan peredaran beras plastik (sintetis) di tengah-tengah masyarakat, sebagaimana isu yang berkembang. "Baru-baru ini kita dari pihak Polres Tanjungpinang bersama dengan Dinas Kesehatan dan Disperindag, termasuk unsur lain telah melakukan pengecekan langsung ke sejumlah distributor maupun agen penjualan beras yang ada di wilayah ini. Faktanya, hingga kini kita belum menemukan beras plastik tersebut," ungkap Dwita, didamping Rustam dan Suyitno dalam konfrensi pers di ruangan Rupa Tama Mapolres Tanjungpinang, Selasa (26/5).
Sikap dan pernyataan tiga pejabat di Kota Gurindam ini juga terkait adanya isu dan pemberitaan di media masa dari seorang ibu rumah tangga, Yarfis alias Upik (63), warga jalan Brigjend Katamso, Gang Kenanga V, RT05, RW02, Kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang mengaku pusing dan sakit perut setelah mengkonsumsi nasi di rumahnya sejak Sabtu (16/5) lalu. Ia menduga beras yang dimasaknya mengandung plastik. Keluhan kepala pusing dan sakit perut pertama sekali dirasakan Upik pada Sabtu (16/5). Kemudian berturut-turut sampai Rabu (20/5). Sejak hari itu, Upik memutuskan tak lagi menanak beras yang ada di rumahnya.
Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam mengaku yakin, bahwa tidak ada beras Sintetis di Tanjungpinang walupun pihaknya belum melakukan uji Laboratorium sebagaimana layaknya, terhadap jenis beras Cap Anak Terbang jenis NNB yang merupakan beras impor asal Vietnam. Bahkan ia juga yakin beras itu layak untuk dikosumsi. Untuk meyakinkan itu, Rustam di hadapan awak media, membuktikan dengan memakan sampel beras mentah yang diambil dari warga di Tanjung Unggat itu, agar memastikan beras itu layak dikonsumsi. Keyakinan itu ia sampaikan dari hasil uji fisik dan visual terhadap beras temuan oleh warga yang diduga mengandung bahan pembuat plastik.
Rustam menyebutkan, bahwa uji fisik yang telah dilakukan adalah, dimana bentuk bulir beras dan pola beras temuan itu sangat khas dan tidak ditemukan adanya indikasi beras sintetis yang memiliki pola yang berbeda. Kedua, berat jenis beras itu tidak mengapung saat direndam di air dan berbeda dengan beras sintetis yang memiliki berat jenis lebih ringan dan akan mengapung di atas air. Ketiga, beras itu memiliki serbuk sebagaimana dengan beras normal lainnya. Keempat, warna beras itu putih susu yang berbeda dengan beras sintetis yang umunya berwarna bening. Kelima, beras itu mudah dipatahkan dan tidak seperti beras sintetis plastik yang sulit dipatahkan. Tarakhir ketika dibakar, beras temuan itu tidak meleleh sebagaimana dengan beras sintetis.
Namun Rustam saat menjelaskan itu mengakui belum pernah melihat secara langsung keberadaan beras plastik atau sintetis. "Itu hasil pengujian fisik dan fisual. Dan saya belum pernah lihat beras sintetis. Jadi itu pengujian secara umum," ucapnya. Menyangkut adanya klaim dari warga yang mengalami gangguan kesehatan pasca memakan beras diduga sintetis itu, Rustam menganggap gejala itu tidak jadi ukuran untuk menentukan beras itu bahan plastik. Menurutnya, yang mengalami sakit perut hanya satu orang sampai dua orang. Sedangkan banyak yang mengkonsumsi beras itu tidak mengalami hal yang sama.
Dalam pertemuan media yang dipimpin Kapolres Tanjungpinang, AKBP Dwita Kumu Wardana itu, disimpulkan bahwa hingga saat ini Kota Tanjungpinang aman dari peredaran beras sintetis. Hal itu disampaikan Dwita, berdasarkan dari hasil pemeriksaan dan identifikasi oleh dinas terkait. Di antaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Tanjungpinang dan Dinas Kesehatan Tanjungpinang. "Jadi kita mohon agar disampaikan kepada masyarakat luas, agar tidak lagi ada kekhawatiran atas isu peredaran beras plastik di Kota Tanjungpinang, dan masyarakat merasa aman untuk mengkonsumsi beras di Tanjungpinang," ucap Dwita.
- Hits: 1114