Harta Percuma Jika Hati Gelisah
Pandawa FM, (Tanjungpinang)-- TP-PKK Provinsi Kepri mengadakan silaturrahim bersama Gubernur Kepri M Sani di Aula Kantor Dompak, Selasa (12/8). Silaturrahim tersebut mengahdirkan penceramah kondang mualaf Ustadz Koko Liem. Silaturrahim Gubernur Kepri bersama seluruh organisasi wanita se Kepri itu bertujuan untuk meningkatkan silaturrahim dalam membangun Kepri lebih maju, cerdas dan berakhlakul karimah. Ketua TP-PKK Kepri Aisyah Sani menyampaikan, PKK berharap silaturrahim ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan.
Sesuai dengan pesan Ustadz Koko Leim dalam rumah tangga dan sesama measyarakat harus saling menyayangi. "Ajaran Islam itu harus menjadi rahmatan lil alamin. Melalui silaturrahim ini kita tingkatkan persatuan membangun masyarakat dan daerah,"ujarnya. Sani menjelaskan, kegiatan silaturrahim tersebut merupakan upaya peningkatan kebersamaan, persaudaraan dan persatuan. Kegiatan ini dinilai positif dan maha dahsyat dibandingkan kegiatan lain untuk mempersatukan masyarakat.
Seseorang tidak mampu meraih kesuksesan tanpa diawali dengan kebersamaan dan silaturrahim. Untuk mewujudkan nilai kebersamaan itu, silaturrahim harus dilakukan dengan hati itu bisa menambahkan kekuatan dalam upaya menggesa pembangunan Kepri. Dalam tausyiah agama, Ustadz Koko Liem menceritakan tentang perjalanan hidupnya sampai menjadi seorang muallaf.
Di depan ratusan pengurus dan anggota, Ustadz Koko Liem menyatakan bahwa dirinya keturunan Tionghoa dari Pekanbaru (Riau). Pada hakikatnya, silaturrahim itu saling meminta dan saling memaafkan. Melalui silaturrahim itu apapun yang dimiliki diharapkan menjadi sebuah berkah. "Meski sedikit berkah yang kita miliki, tapi manfaatnya banyak. Percuma banyak harta, tapi hati gelisah. Tidur tak nyenyak, makan tak enak, makan tak enak itu tandanya apa yang dimiliki tidak berkah. MAri kita banyak berdoa. KArena doa merupakan kekuatan bagi orang yang beriman agar apapun yang didapat itu menjadi berkah,"ujar Koko Liem.
sumber:Tanjungpinang Pos
- Hits: 1586