Tanjungpinang, Kepulauan Riau
Mon - Sun: 6:00 - 23:00

Gubernur Kepri Usul Al Madinah, Nama Museum Astaka MTQ Nasional

Pandawa FM, (Tanjungpinang)-- Pemerintah Provinsi Kepri, melalui Gubernur, HM Sani dan Wakil Gubernur, Soerya Respationo secara resmi menyerahkan bangunan Astaka MTQ Nasional ke Pemko Batam, dan diterima langsung Walikota Batam Ahmad Dahlan dan Wakilnya Rudi, Minggu (15/6) malam di Engku Putri. Kedepan bangunan permanen yang menjadi bukti sejarah pelaksanaan MTQ di Batam-Kepri 2014, direncanakan menjadi bangunan museum religius, sebagaimana arahan Pemprov Kepri. Namun, sampai kini, nama museum tersebut belum ditentukan. Terkait hal itu, Gubernur Kepri, HM Sani yang ditanya wartawan usai penyerahan, mengatakan bahwa nama museumnya tentu yang menggambarkan tujuannya. Salah satu nama yang diusulkan adalah Museum Al Madinah.

"Ya, bisa juga Al Madinah, tapi semua tergantung Walikota," kata Sani kepada Haluan Kepri. Namun menurutnya, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, misalnya keberadaan museum memberikan ruang bagi semua kalangan masyarakat. Begitu juga dengan isinya, ia berharap tidak hanya memamerkan dokumen pelaksanaan MTQ Nasional dan sejarah peradaban Islam di Batam, tetapi isinya atau materi yang dipamerkan bisa diambil dari seluruh Kepri. "Harapannya isinya nanti dari seluruh Kepri," terangnya. Sebab, menurut Sani, keberadaan meseum ini nantinya akan menjadi bukti sejarah dan bisa diakses pada puluhan tahun mendatang.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), Agung Laksono mengatakan, bangunan permanen yang dibangun untuk menunjang pelaksanaan MTQ XXV Nasional di Batam 2014 ini, bisa menjadi objek wisata religius di kemudian hari. Dimana menurutnya, bangunan tersebut merupakan bukti sejarah bahwa di Provinsi Kepri telah pernah diselenggarakan MTQ Nasional. Kegiatan yang sakral dan berproses, dari tingkat Kecamatan hingga pada tingkat Nasional dan bahkan sampai pada taraf International.

"Harapan kita, kedepan akan ada tambahan tujuan wisatawan, khususnya dari segmen religinya," ungkap Agung. Harapan Menko Kesra bak gayung bersambut. Gubernur Provinsi Kepri, HM Sani dalam sambutannya mempertegas bahwa keberadaan bangunan permanen pelaksanaan MTQ Nasional akan diperuntukkan sebagai objek wisata religi ke depan. "Setelah MTQ ini, Pemprov akan segera memproses hibah bangunan Astaka ke Pemko Batam," tegasnya.

Langkah ini diambil, lanjut Sani, agar keberadaan Astaka dan bangunan lainnya terurus secara baik, bukan sekedar bangunan sejarah tanpa pemanfaatan. Karenanya juga, Pemprov Kepri sejak awal sudah mengkonsep keberadaan Astaka di tengah-tengah kota, bukan malah di tempat yang susah dijangkau. Nama Al Madinah muncul, karena pembangunan Astaka MTQ Nasional di Batam mengambil konsep Masjid Nabawi di Kota Madinah.

 

sumber:HaluanKepri

  • Hits: 1556