Tanjungpinang, Kepulauan Riau
Mon - Sun: 6:00 - 23:00

Gubernur Kepri Tandatangani MoU dengan Pengusaha Korsel

Pimages/Gubernur-kepri-dengan-Wakil-Gubernur-prov-Gyeongnam-CHO-JIN-LAE.jpgandawa FM (Tanjungpinang),- Gubernur Kepulauan Riau HM Sani terus berusaha mengembangkan potensi maritim, pariwisata, dan industri di Kepri. Agar sektor maritim, pariwisata, dan industri terus menggeliat, HM Sani menemui para pengusaha Korea Selatan di Provinsi Gyeongsangnam. 

 

Gubernur Kepulauan Riau HM Sani menyebutkan, kunjungan kerja Gubernur dan rombongan kali ini ke Korea Selatan, tepatnya di Kota Changwon, Provinsi Gyeongsangnam, adalah sebagai upaya untuk memancing para pengusaha negara Ginseng tersebut untuk bekerja sama dengan Kepri mengembangkan potensi maritim, pariwisata, dan industri.

”Ibaratnya, kita memancing di sini. Yah, namanya memancing, jangan berharap akan selalu dapat ikan. Lebih malang lagi kalau kita tidak memancing sama sekali,” kata gubernur, sesaat setelah menandatangani kerja sama Letter of Intense (LOI) di bidang pariwisata, maritim, dan industri, dengan Wakil Gubernur Gyeosangnam, Cho Jin Lae, Selasa (21/10), di Changwon.

Karena ada kesamaan antara Kepri dengan Provinsi Gyeongsangnam, membuat Gubernur HM Sani optimis, bahwa kerja sama kedua provinsi akan dapat diwujudkan dan ditingkatkan dalam masa mendatang. Antara Kepri dengan Gyeongsangnam sama-sama merupakan provinsi kepulauan. Karenanya, banyak kesamaan potensi yang dapat digarap bersama.

Hal itu dibuktikan dari hasil field trip yang dilakukan oleh delegasi Kepri selama dua hari di provinsi tersebut, begitu mudahnya ditemukan berbagai komplek perkapalan, mesin-mesin, peti kemas dan pariwisata. Ketiga sektor ini menjadi sektor yang sama pentingnya di Gyeongsangnam. Pusat-pusat ekonomi baru di Kota Changwon yang baru dibangun 30 tahun yang lalu itu juga semakin menjamur.

Dalam kunjungan kali ini, Gubernur Kepri HM Sani dan rombongan, juga diajak berkeliling melihat berbagai potensi Kota Changwon dari dekat. Gubernur diajak melihat-lihat komplek pembuatan mesin-mesin kapal dari dekat. Selain itu, Gubernur juga menghadiri jamuan makan makan pada event pameran dan konvensi yang diberi nama KOAC 2014 (Conference on Economic Cooperation between Korea and Asian Local Government) yang akan berakhir hari ini, Rabu (22/10).

Pada malam sebelumnya, Senin (20/10), saat pembukaan konvensi, delegasi Kepri diwakili oleh Asisten II Setdaprov Kepri Syamsul Bahrum dan Bupati Bintan Ansar Ahmad. Turut mendampingi delegasi Kepri saat itu masing-masing Kadispar Kepri Guntur Sakti, Karo Humas dan Protokol R Heri Mukhrizal, Staf Ahli Bupati Bintan Yandriansyah.

Sedangkan, Kepala Bappeda Kepri Naharudin datang belakangan bersama Gubernur HM Sani. Gubkepri juga membawa beberapa pimpinan media untuk menyaksikan penandatanganan MoU dan meliput KOAC 2014, 20-22 Oktober 2014. Saat awal konvensi, pagi harinya, Selasa, Asisten II Syamsul Bahrum sudah memaparkan potensi Kepri di depan delegasi negara-negara Asia tersebut.

Demikian pula Bupati Bintan Ansar Ahmad, dalam perbincangannya juga menjelaskan potensi kabupatennya yang saat ini masih mengandalkan pariwisata sebagai sumber pendapatan penting. Kembali ke Gubernur HM Sani, dalam sesi wawancara dengan pimpinan media di lobi Hotel Pullman, Chongwan City, dia menyebutkan, karena banyaknya kesamaan antara provinsi Gyeongsangnam dengan Kepri, banyak potensi Kepri yang sudah disampaikan pihaknya kepada pengusaha provinsi di Korsel tersebut.

“Kita punya potensi wisata dan maritim yang tak kalah hebat dibanding mereka. Ini perlu kita sampaikan agar mereka juga bisa menyampaikan kepada provinsi-provinsi lain di sini. Melalui network yang mereka miliki, kita berharap ini bisa disampaikan,” kata HM Sani.

Kepri juga menawarkan berbagai potensi pembangunan kepada Korsel. “Makanya dalam waktu mendatang, kita tawarkan Pak Gubernur Provinsi Gyeongsangnam berkunjung untuk melihat potensi Kepri dari dekat. Kita punya keinginan yang kuat untuk mewujudkan visi seperti yang disampaikan Presiden baru, Bapak Jokowi dan Wapres Bapak Jusuf Kalla. Saya kira ini sejalan dengan keinginan Presiden Jokowi,” urai Gubernur Sani.

Selain itu, kata HM Sani yang saat wawancara didampingi Bupati Bintan Ansar Ahmad dan Asisten II Setdaprov Kepri Syamsul Bahrum, di Kepri ada juga eks lahan Korindo yang saat ini masih dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha. Dari 200-an hektare lahan eks Korindo, saat ini bisa dikembangan sebagai kawasan wisata baru semacam taman (park) yang mengandung nilai ekonomis.

Konsep Poros Maritim Untuk mengembangkan dan mengsinkronkan kebutuhan Kepri dengan konsep maritim pemerintahan baru, HM Sani mengaku sangat senang dengan visi misi Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla yang sudah menjanjikan akan memberi perhatian lebih kepada kawasan maritim. “Kami sangat sependapat dengan konsep Pak Jokowi-JK.

Kami berharap Kepri bisa jadi pilot project untuk pengembangan tersebut. Kami akan minta orang-orang pintar untuk menyusun konsep pengembangan ekonomi lebih progress dibanding yang selama ini. Kita akan kumpulkan dan minta masukan kepada para Bupati dan para Walikota untuk memberikan masukan. Di antara tim yang akan kami libatkan adalah mantan menteri (Rohmin Dahuri),” ucap Gubernur.

Salah satu konsep maritim yang sudah dilakukan Pemprov Kepri, menurut gubernur adalah memudahkan sistem transportasi antar-pulau. “Connectivity itu suatu hal yang mutlak kita lakukan. Mudah-mudahan Pemerintahan Pak Jokowi-JK mau mendengarkan masukan dari daerah-daerah dan kita diajak untuk memberi masukan,” harap gubernur.

Dalam pada itu, Bupati Bintan Ansar Ahmad mengaku, sangat mendukung ide Gubernur HM Sani dalam hal memaksimalkan potensi kelautan Kepri. “Mohon kami diajak untuk memberikan input kepada tim yang dibentuk oleh Pak Gubernur untuk mematangkan konsep ini. Beberapa kawasan di Bintan saat ini sudah diincar dengan serius oleh pengusaha asing untuk dikembangkan. Misalnya, Tiongkok dan Rusia, mereka sudah mulai start proyeknya,” ucap Ansar.

Uniknya, pernyataan dan usulan Ansar ini seolah nyambung dengan pernyataan Gubernur Sani sebelumnya. “Kalau semua kepala daerah seperti Ansar, selesai masalah,” kata Sani berkelakar. Dalam pandangan Ansar, China semakin serius untuk menggarap potensi laut yang mereka miliki. Sepertinya, Tiongkok sedang ingin kembali untuk mengulangi kejayaan era Jalur Sutera yang dulu amat terkenal.

Oleh sebab itu, dia sependapat dengan Gubernur HM Sani, bahwa Kepri harus menjadi pilot project pembangunan maritim yang kelak klop dengan kebijakan pasangan Jokowi-JK. “Mudah-mudahan kita bisa semakin serius menggarap potensi maritim ini, karena ada banyak alasan yang sangat kuat untuk menjadikan Kepri sebagai pilot project pembangunan maritim di Indonesia” kata Ansar.

Sumber : Tanjungpinang Pos

  • Hits: 1389