Tanjungpinang, Kepulauan Riau
Mon - Sun: 6:00 - 23:00

GM PLN Tanjungpinang Diarak Ke Gedung Daerah

Pandawa FM (Tanjungpinang),- Aksi demo ribuan masyarakat ke Kantor PLN Tanjungpinang, terkait masalah kelistrikan di daerah ini kembali dilakukan. Kali ini, massa terpaksa meminta dan menggiring General Manajer (GM) PLN cabang Tanjungpinang, Majudin ke Gedung Daerah, sekitar 1 kilometer dari kantornya, dengan cara berjalan kaki, Rabu (20/5). Tindakan tersebut terpaksa dilakukan, setelah aksi ribuan massa dan mahasiswa tidak bisa mendekati Kantor PLN Tanjungpinang di Jalan Bakar Batu KM 2, karena dihadang pagar kawat baja, serta mobil water canon milik Polres Tanjungpinang. Akibatnya, ribuan massa yang sudah berkumpul dan berjalan kaki dari Gedung Daerah ke Kantor PLN tersebut tidak bisa melakukan orasinya di depan Kantor PLN, sebagaimana lazimnya.

 

Guna menghindari hal yang tidak diinginkan, dan melalui perundingan dengan pihak Kapolres Tanjungpinang, AKBP Dwita Kumu Warda, akhirnya disepakati agar GM PLN cabang Tanjungpinang, Majudin dibawa ke Gedung Daerah, dengan cara berjalan kaki, berjarak sekitar 1 kilo meter dari kantornya, pada pukul 12.30 WIB. Pada saat digelandang ribuan massa yang mengatasnamakan Peaple Power tersebut, tidak jarang terlihat wajah ketakutan pada diri Majudin. Dalam aksi tersebut, Majudin didampingi Kapolres Tanjungpinang AKBP Dwita Kumu Wardana, serta dikawal ketat sejumlah pejabat dan anggota Polres Tanjungpinang lainnya.

Tindakan tersebut juga tidak luput dari perhatian masyarakat Tanjungpinang yang kebetulan melihat Majudin jalan ke Gedung Daerah, sembari meneriakan kata-kata makian, atas kondisi pemadaman listrik yang tidak menentu saat ini. Sesampai di Gedung Daerah, GM PLN cabang Tanjungpinang ini, belum sempat untuk beristirahat sejenak akibat kelelahan berjalan kaki, namun sudah dicerca makian dan pertanyaan dari berbagai elemen masyarakat yang hadir, termasuk sejumlah mahasiswa yang sudah kesal selama ini. Massa menginginkan agar Majudin segera menghubungi GM PLN Pusat, atau setidaknya GM Kanwil PLN Riau dan Kepri untuk menjelaskan tentang kondisi kelistrikan di Tanjungpinang saat ini, serta apa solusi yang paling cepat, agar tidak ada lagi pemadaman listrik.

Di samping itu, massa juga menginginkan agar Majudin bisa menghadirkan GM PLN Pusat, atau jika perlu Menteri terkait untuk datang ke Tanjungpinang, agar mereka bisa mengetahui kondisi kelistrikan di daerah ini yang kian tidak jelas kepastiannya, sekaligus bisa segera memperbaiki dan menambah kekurangan daya kelistrikan. Hal lain, massa juga menginginkan agar Majudin tetap berada dan menginap di Gedung Daerah bersama sejumlah massa dan mahasiswa yang berdemo, hingga kondisi listrik dapat kembali normal dan tidak ada lagi pemadaman. "Kami minta anda (Majudin) untuk menghubungi GM PLN pusat atau GM PLN Riau-Kepri sekarang juga, karena kami inginkan kepastian, kapan masalah krisis kelistrikan di Tanjungpinang ini bisa segera dituntaskan sebagaimana layaknya," ucap Koodinator aksi Peaple Power aksi demo, Andi Cari Patahudin serta sejumlah mahasiswa lainnya.

Atas permintaan massa tersebut, akhirnya Majudin langsung menghubungi GM Kanwil PLN Riau-Kepri, Febi Joko Prihanto yang saat ini mengaku sedang berada di Jakarta, untuk membicarakan tentang krisis listrik di Tanjungpinang-Bintan saat ini. Dalam pembicaraan Majudin melalui telpon dengan GM Kanwil PLN Riau–Kepri melalui pengeras suara, didapati informasi, bahwa pihaknya bersama PLN Pusat tengah berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki dan menambah daya kelistrikan bagi masyarakat di daerah ini. "Saat ini paling tidak dalam dua minggu kedepan, kita akan mendatangkan mesin baru dari negara Singapura, untuk menambah daya kelistrikan di Tanjungpinang," ucap Febi melalui handphone Majudin.

Disamping itu, solusi lainnya untuk mengatasi permasalahan listrik, Feby menyampaikan, dalam skala permanen atau jangka panjang lagi sedang pengerjaan interkoneksi Batam-Bintan Tanjungpinang. "Saat ini lagi mengerjakan interkoneksi Batam-Bintan Tanjungpinang untuk skala permanen. Sedangkan skala jangka pendeknya akan berkoordinasi dengan PLN Batam untuk membantu mengatasi listrik di Tanjungpinang," kata Febi. Dalam pembicaraan tersebut, Majudin juga menyampaikan kepada Febi bahwa dirinya sedang bersama-sama ribuan masyakakat Tanjungpinang di Gedung Daerah, menginginkan pihak manajemen PLN Pusat dan Kanwil PLN Riau-Kepri dapat datang dan bertemu dengan masyarakat di daerah ini untuk membicarakan dan mencarikan solusi terbaik dalam mengatasi krisis listrik yang terjadi.

"Saya sudah berbicara dengan direksi pusat, bahwa paling lambat pada akhir Mei ini, akan mengirim mesin yang ada di Singapura ke Tanjungpinang," ucap Febi kepada Majudin dan dingarkan ribuan masyarakat yang hadir saat itu. Meskipun sudah berbagai penjelasan oleh Majudin termasuk GM Kanwil PLN Riau-Kepri, Febi Joko Prihanto, namun sebagian massa masih belum merasa puas, dengan alasan tidak adanya kepastian dalam waktu dekat untuk memulihkan kembali kondisi kelistrikan sebagaimana layaknya. "Kami sudah tidak percaya janji-janji Majudin, termasuk janji GM Kanwil PLN Riau-Kepri tersebut. Yang kami butuhkan sekarang, adalah kepastian dan komitmen PLN agar segara mungkin memulihkan kondisi listrik di daerah ini," teriak massa.

  • Hits: 1099