Gara-Gara Sandal Nyaris Ricuh
Pandawa FM, (Tanjungpinang)-- Penampungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Jalan Transito Batu 8 Km Tanjungpinang sempat mencekam. Kerusuhan antaretnis di penampungan itu nyaris saja terjadi. Hal ini disebabkan karena gara-gara sandal jepit. Gara-gara memakai sandal jepit ke kamar mandi tanpa izin pemiliknya, seorang anggota kelompok etnis mengamuk dan baku hantam dengan anggota kelompok etnis lainnya. Untungnya sebanyak 30 orang personel Sabhara yang dilengkapi persenjataan lengkap langsung diturunkan ke penampungan, Senin (26/5) sekitar pukul 17.00 itu untuk mengamankan situasi. Akibat kericuhan itu sebanyak dua orang dari kelompok etnis yang meminjam sandal melarikan diri dari penampungan. Sementara dari kelompok etnis yang sandalnya dipinjam yang kabur dari penampungan malam itu sekitar 22 orang. Sebelum kerisuhan terjadi sebanyak 8 orang TKI lainnya juga diketahui melarikan diri dari penampungan itu. Anggota kelompok etnis yang sandalnya dipinjam bahkan mengancam ke kelompok etnis satunya lagi untuk membalsnya saat mereka akan dipulangkan melalui pelabuhan Kijang, Bintan malam itu.
Dari keterangan yang dihimpun, awal kericuhan terjadi saat seorang TKI memakai sandal jepit tanpa meminta izin pemiliknya untuk mandi. Sementara TKI pemilik sandal dari etnis lainnya sedang mencari sandalnya dan menemukannya dipakai oleh seseorang yang baru keluar dari kamar mandi. Melihat hal itu tanpa kompromi, si pemilik sandal marah dan langsung menampar orang yang baru keluar dari kamar mandi yang memakai sandalnya. Tamparan dilancarkan sebanyak empat kali. Dari insiden tersebut kedua anggota kelompok etnis itu pun ribut. Aparat Satpol PP yang bertugas di penampungan tidak mampu mengatasi situasi karena jumlah TKI saat itu sangat banyak. Diperkirakan lebih dari 800-an orang TKI di penampungan itu. "Kami sebagai warga disini menyayangkan perkelahian ini. Kenapa hanya gara-gara sandal jepit yang dipakai sebentar oleh teman kami, lalu langsung main tampar.
Sebenarnya ini tidka harus terjadi yang menyebabkan permusuhan tiada guna. Kita ini Indonesia, sementara mereka juga saudara kita Indonesia. Untuk apa ribut, bicarakanlah dengan penuh kedamaian, karena kita sama sama Indonesia,"ujar Sarbanih di hadapan teman-teman TKI-nya dari pihak yang meminjam sandal. Dia menyebut, atas perlakuan kasar seperti itu warganya memang ada langsung mendatangi warga etnis lainnya itu. Dan tak lama setelah itu terjadi kerusuhan.
sumber:Tanjungpinang Pos
- Hits: 1502