Tanjungpinang, Kepulauan Riau
Mon - Sun: 6:00 - 23:00

Developer Bangun Rumah Subsidi di Pinggiran

images/Ketua-Real-Estate-Indonesia-REI-Provinsi-Kepri-Yasinul-Arif.jpgPandawa FM (Tanjungpinang),- Harga lahan sudah di atas Rp 120 ribu hingga jutaan rupiah per meter di kawasan Kota Tanjungpinang. Harga ini dinilai tidak cocok, untuk membangun rumah subsidi bagi masyarakat golongan bawah. “Kami sudah tidak sanggup membeli harga lahan di atas Rp 120 ribu apalagi ada yang sampai jutaan rupiah per meter,” kata Ketua Ketua Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Kepri Yasinul Arif Kamis (29/1) ssat di temui di ruang kerjanya, Jalan Pemuda, Tanjungpinang. Idealnya, untuk membangun rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) alias rumah subsidi, harga lahannya di bawah Rp 120 ribu per meter. Lahan dengan harga di bawah itu berada di daerah perbatasan Kabupaten Bintan dengan Kota Tanjungpinang, serta di Kijang.

 Saat ini saja, belasan pengembang atau developer yang bergabung di REI Provinsi Kepri kecuali Batam, fokus membangun rumah subsidi di dua daerah tersebut, yakni daerah perbatasan Kabupaten Bintan dengan Kota Tanjungpinang dan Kijang. Menurut Arif, ada sekitar 83 persen masyarakat berpengahasilan Rendah (MBR) yang membeli rumah subsidi. Karena harga rumah subsidi terhitung murah, sekitar Rp 125 juta. “Sekitar 83 persen MBR yang membeli rumah subsidi. Karena penghasilan mereka di bawah Rp 4 juta per bulan,” terangnya.

Di samping itu, Arif bersyukur kondisi listrik dan pelayanan perizinan hingga kebijakan dari pemerintah membuat kemudahan para pengembang maupun developer yang membangun rumah. “Saat ini, kondisi listrik sudah membaik. Pemerintah daerah juga memberikan kemudahan bagi developer mengurus perizinan. Kami juga memberikan apresiasi kepada Wali Kota Tanjungpinang, Bupati Kabupaten Bintan, dan Bupati Kabupaten Karimun yang telah membantu kami semua dalam hal perizinan,” ucapnya. Dengan adanya perubahan ini, REI bersama para developer optimis membangun rumah subsidi bagi buat masyarakat menengah ke bawah. “Ya, mudah-mudahan realisasi dari target sekitar 5.000 unit rumah FLPP di Provinsi Kepri kecuali Batam,” bebernya.

  • Hits: 1219