Aksi Ribuan Massa Demo PLN
Pandawa FM (Tanjungpinang),- Aksi protes warga terhadap PLN Tanjungpinang berlangsung anarkis. Sebuah mobil operasional perusahaan pengelola listrik negara tersebut digulingkan ribuan massa yang demo di Kantor PLN tersebut, kemarin. Aksi itu membuat suasana di lokasi mencekam. Sejumlah toko yang terletak di sekitar Kantor PLN tutup karena pemilik toko tidak mau mengambil resiko akibat demo tersebut. Pantauan di lapangan, kemarahan massa yang berunjuk rasa tak mampu dibendung ratusan aparat kepolisian yang berjaga di Kantor PLN sekitar pukul 08.00 WIB. Massa menumpahkan kekecewaan atas pelayanan PLN yang dirasakan sangat merugikan masyarakat Tanjungpinang.
Hingga pukul 18.00 WIB, ribuan massa masih berunjuk rasa dan melakukan orasi di kantor tersebut. Sebelumnya, massa berkumpul di dua titik, yaitu di Melayu Square dan Kantor PLN Cabang Tanjungpinang jalan Bakar Batu. Massa yang berkumpul di Melayu Square dipimpin oleh Huzrin Hood, anggota DPRD Provinsi Kepri. Sementara jalan di depan kantor, yakni Jalan Bakar Batu terpaksa ditutup akibat berjubelnya massa yang menggelar demonstrasi. Awalnya, masa pendemo mendatangi Kantor PLN dengan sejumlah sepeda motor dan truk lengkap sound system hanya untuk berorasi. Saat di kantor PLN, massa pendemo menyampaikan sikap dengan tertib. Massa dari Tanjungpinang dan Bintan yang terdiri dari berbagai unsur termasuk kalangan PNS, LSM, mahasiswa, organisasi pemuda dan anggota DPRD serta ibu-ibu hanya berteriak meminta PLN mengakhiri krisis listrik di Kota Tanjungpinang yang tak kunjung usai.
Mereka juga meminta GM PLN Tanjungpinang untuk mundur. Aksi ini juga dihadiri oleh Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, yang ikut naik ke atas mobil untuk orasi. Lis juga membacakan surat keputusan dari General Manager (GM) PLN Kantor Wilayah (Kanwil) Riau dan Kepri. Namun para pendemo tidak menghiraukan Lis, mereka meminta agar GM PLN Kanwil Riau dan Kepri langsung yang menyampaikannya. Sementara GM Kanwil PLN Riau-Kepri sendiri secara diam-diam, ternyata sudah meninggalkan Kantor PLN Tanjungpinang. Warga yang tidak puas, meminta GM PLN cabang Tanjungpinang, Majudin yang membacakannya dihadapan massa.
Setelah didesak akhirnya, Majudin bersedia membacakan surat pernyataan dari GM Kanwil PLN Riau-Kepri tersebut. Adapun isi dari surat perjanjian tersebut adalah PLN berjanji mulai besok (hari ini) listrik hanya akan padam sebanyak dua kali sehari, dengan tempo waktu 2,5 jam siang dan 3 jam malam hari. GM PLN tersebut juga berjanji tetap komitmen untuk mengatasi listrik di Tanjungpinang, serta akan berkantor di Tanjungpinang setiap minggu. Solusi lainnya, Tanjungpinang menjadi terang benderang pada Juni mendatang sebelum memasuki bulan puasa tepatnya pada 12 Juni.
Dengan hasil keputusan yang di bacakan tersebut pendemo merasa tidak puas. Massa mengancam akan tetap melakukan demo sampai pihak PLN membuat Tanjungpinang menjadi terang benderang. Namun pernyataan PLN itu tidak begitu dipercaya. Massa mulai menghujat dan meneriaki PLN. "PLN tak mikir, kerugian yang ditimbulkan kalau mati lampu sehari tiga kali. Kalau minum obat tiga kali sehari sembuh, kalau mati lampu 3 kali sehari kami rugi. Tolong mengerti rakyat kecil," teriak Pipit, salah seorang wanita yang berdemo. Situasi demo pun mulai memanas. Massa mulai mematahkan plang-plang nama PLN, dan merusak fasilitas yang ada di luar kantor PLN.
Pendemo makin anarkis dengan menghujani batu ke arah kantor PLN. Alhasil, sejumlah kaca jendela kantor pecah berantakan. Aksi pelemparan tak pernah redam. Salah seorang anggota Polwan berpangkat Bripda terkena lemparan batu oleh massa. Begitu juga Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kota Tanjungpinang, Husni Zain juga mengalami luka dibagian kaki kanannya akibat pecahan kaca mobil operasional PLN yang digulingkan massa. Petugas keamanan makin geram, balik menyerang pendemo dengan menembakan gas air mata. Alhasil, pendemo dipukul mundur dan petugas mengamankan beberapa orang yang dinilai sebagai provokator. Tindakan polisi terpaksa dilakukan setelah aksi massa sudah mulai anarkis dengan melakukan pembakaran di depan Kantor PLN, sekitar pukul 18.00 WIB.
Ratusan personil kepolisian juga terpaksa keluar barisan menuju ke jalan dengan mengejar sejumlah orang yang mulai membuat keonaran dan melakukan pelemparan batu. Sejumlah massa sempat mengalami luka akibat terjatuh, termasuk salah seorang anggota DPRD Kota Tanjungpinang Ginta Asmara yang terpaksa dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Tanjungpinang. Polisi juga terpaksa membongkar tenda yang didirikan massa yang berencana menginap di halaman Kantor PLN tersebut selama 7 x 24 jam. Hingga pukul pukul 18.30 WIB, situasi mulai terkendali.
- Hits: 1051