BBM Tanker Terbakar
Pandawa FM, (Tanjungpinang)-- Kapal pompong terbakar dan menyambar kspal tanker bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin di perairan Pangkil, Bintan, Selasa (2/9) sekitar pukul 23.00. Kapal pompong yang terbakar itu langsung tenggelam stelah terbakar, sementara api yang mulai menjilat badan kapal tanker SPOB Jelita Nadia berhasil dipadamkan. Akibat kejadian kebakaran di tengah laut itu, dua kru kapal pompong berkapasitas 70 ton itu hilang dan empat orang lainnya berhasil diselamatkan. Informasi ini berhasil dihimpun, saat itu tanker BBM bermuat bensin itu sedang melakukan transaksi ilegal yang sering disebut kencing. Saat itu pompong yang berasal dari Batam itu, hendak melangsir benson dari tanker SPOB Jelita Nadia yang memiliki kapasitas 2094 ton di perairan pulau Pangkil, tepatnya di perairan Tanjung Keramat antara Pulau Pangkil dengan Pulau Karas, Batam.
Menurut Kepala Desa Pangkil, Kecamatan Teluk Bintan, Yahya kejadian daerah itu memang bisa tempat berlabuh kapal-kapal asing termasuk salah satu diantaranya tanker yang memuat ribuan ton Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat dijilat api pada Selasa malam itu. "Kejadian berkisar pukul 23.00. Apinya terlihat sangat besar, sekitar satu sampai dua jam. Menurutnya warga Pangkil saat itu sempat turun ke lokasi, namun tidak bisa terlalu mendekat pada malam itu. Karena, kedua kapal itu bermuatan bensin yang berpotensi meledak. Menurut Yahya, saat itu ada sekitar 13 orang armada kapal tanker yang berhasil diselamtkan namun beberapa orang diantaranya mengalami luka bakar. ABK pompong yang hilang adalah Ginting dan Iskandar. Sementara yang selamat Hadi Agus Salim, Burhanuddin dan Contok. Hanya saja Hadi dan Agus Salim mengalami luka bakar. Di tempat terpisah, Kapolres Bintan Kristiaji melalui Kasatreskrim Polres Bintan Suhardi Heri Heryanto, kasus terbakarnya pompong dan tanker itu masih dalam penyelidikan. Kapal tanker yang terbakarpun sudah diamankan pihak Lantamal IV Tanjungpinang bersama dengan tiga belas armada. Kemudian korban kapal kayu sementara diamankan di Pos Polair Tanjunguban Bintan Utara."Belum bisa dipastikan penyebabnya. Sementara ini masih dalam proses menyelamatkan korban dan alat buktinya dulu,"ujarnya kemarin. Sementara Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Seraya, Batam kemarin pagi ada dua korban kebakaran pompong dan tanker ini yang dirawat. Salah satu korban bernama Hadi, masih tampak dirawat sampai sore hari karena mengalami luka bakar yang cukup serius.
sumber:Tanjungpinang Pos
- Hits: 1492