Tanjungpinang, Kepulauan Riau
Mon - Sun: 6:00 - 23:00

Seminar Gurindam 12 di FPP

Seminar Gurindam 12 di FPP

Pandawa FM (Tanjungpinang),- Pada Festival Pulau Penyengat (FPP), Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah membuka secara resmi Seminar Gurindam 12, di Balai Adat Pulau penyengat, Kota Tanjungpinang, kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Lis Darmansyah, mengatakan Gurindam 12 dalam kebudayaan Melayu merupakan rujukan perkembangan ilmu pengetahuan dan sudah dikenal di daerah luar Tanjungpinang, sehingga rujukan budaya Melayu mengarah ke Kota Tanjungpinang. Dengan demikian kondisi ini harus segera disikapi dengan arif, dan peran aktif pemerintah untuk melestarikannya.

Selain itu, Pemko Tanjungpinang akan menggali segala potensi budaya yang dimiliki. Tidak hanya di Pulau Penyengat. Saat ini pemerintah sudah membuat terobosan untuk menjadikan Tanjungpinang sebagai kota wisata religi dengan pembagunan Masjid Terapung dan Islamic Center. Melalui seminar ini, Lis mengharapkan akan muncul pemikiran yang lebih kreatif dan inovatif dalam pengembangan dan pelestarian Pulau Penyengat serta kawasan budaya lainnya.

"Mudah-mudahan keberadaan Pulau Penyengat dan kawasan budaya lain tersebut, nantinya akan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat khususnya Kota Tanjungpinang," pungkas Lis. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Drs. H. M. Juramadi Esram sebagai ketua panitia dalam acara seminar Gurindam 12 menyampaikan maksud dan tujuan seminar lebih memaknai dan memberikan pemahaman tentang budaya Melayu, dan acara ini juga dimeriahkan dengan acara lomba mewarnai gambar dan bazar budaya.

Sementara itu, pada acara FPP di Pulau Penyengat ini, guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA se-Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, telah mengikuti Seminar Kebudayaan tersebut. "Ada 25 orang guru mata pelajaran sejarah SMA dari Kota Pekanbaru, Riau yang ikut seminar Gurindam XII," kata Kepala Seksi Promisi Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang, Maswito.

Sedangkan yang menyampaikan makalah pada seminar tersebut adalah H Rida K Liamsi dengan makalah berjudul "Gurindam XII Karya Melintas Zaman". Selain Rida, narasumber lain adalah Dr H Syamsul Bahrum (tokoh masyarakat) dengan judul makalah "Gurindam XII Dari Perspektif Ekonomi", Dr H Abdul Malik MPd (Akademisi dari Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang) dengan makalah "Gurindam XII dari Tinjauan Pendidikan".

Kemudian, Raja Malik Hafrizal (Budayawan Pulau Penyengat) dengan judul makalah "Raja Ali Haji dan Gelar Pahlawan Bahasa", H Raja Abdurrahman (Budayawan Pulau Penyengat) dengan judul makalah "Bergurindam dan Bersyair di Pulau Penyengat dan Drs HM Juramadi Esram SH MT MH (Kadisparbud Kota Tanjungpinang).

sumber : haluankepri

  • Hits: 1109