Waspadai Angin Kencang
Pandawa FM (Tanjungpinang),- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana alam pada puncak musim hujan disertai angin kencang yang diprediksi terjadi akhir Februari mendatang. Kepala BPBD Kota Tanjungpinang, Agustiawarman mengakui kondisi cuaca saat masa pancaroba ini, perlu diwaspadai.
Sejauh ini pihaknya selalu berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Tanjungpinang terkait kondisi cuaca terkini. Sejumlah daerah di Tanjungpinang, memiliki geografis dan kontur wilayah yang rawan terjadi bencana seperti angin kencang yang berpotensi angin puting beliung. "Kita waspadai untuk daerah rawan angin puting beliung, didaerah pesisir. Seperti, Dompak, Kampung Bugis dan wilayah Senggarang lainnya," jelasnya. Untuk di darat juga perlu diwaspadai pohon-pohon yang berukuran besar dan yang sudah rapuh.
"Patut diwaspadai juga, ditempat-tempat objek wisata. Tapi yang banyak objek wisata laut daerah Bintan, di Tanjungpinang tidak ada. Namun kita awasi penyebrangan dengan pompong ke Pulau Penyengat," kata Agus. Dijelaskan Agus, para penambang pompong tersebut sudah di informasikan mengenai angin kencang yang mengakibatkan tinggi gelombang. Ia mengaku, tiap pompong sudah dilengkapi dengan life jacket.
Di tempat terpisah Kepala BMKG Kota Tanjungpinang, Dira Utama juga menyampaikan kondisi cuaca eksrim di Kota Tanjungpinang dan sekitarnya masih akan terjadi hingga akhir Februari mendatang. Ia mengatakan, saat ini kondisi cuaca tidak menentu. Tiap harinya mengalami curah hujan ringan hingga deras disertai angin kencang. "Cuaca yang cendrung berubah dengan tempo yang cepat seperti ini, hingga akhir Februari. Selain itu kecepatan angin dan ketinggian gelombang juga berubah-ubah dalam tempo cepat," kata Dira Utama.
Dira menjelaskan, kondisi saat ini angin bertiup dari utara menuju arah barat daya. Kecepatannya untuk wilayah daratan rata-rata 5-36 knot. Sementara di wilayah pesisir dan laut kecematan angin bisa sampai 40 knot. "Dengan demikian, kita sarankan kepada nelayan dan masyarakat yang berada di daerah pesisir untuk tetap waspada. Untuk nelayan yang melaut juga harus tetap mempersiapkan keselamatan dalam berlayar. Karena ketinggian gelombang dipengaruhi angin," terangnya.
Kota Tanjungpinang menjadi laluan angin dari Laut Cina Selatan ke Samudra Hindia sehingga potensi terjadinya angin puting beliung. "Kita tidak bisa memprediksi kapan terjadinya angin puting beluing tersebut. Namun tetap kita perlu waspada, khususnya didaerah pesisir seperti yang sudah-sudah," terangnya.
Saat ini memang memasuki puncak musin penghujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Namun karena kondisi Tanjungpinang berada pada wilayah kepulauan, maka cuaca selalu berubah-ubah. Terkadang panas terkadang hujan dan terkadang angin bertiup kencang disertai hujan.
sumber : haluankepri
- Hits: 843