Pesisir Tak Boleh Tertinggal: Ikhtiar Mewujudkan Keadilan Pendidikan di Kepulauan Riau
Tanjungpinang, (13/01/2026) - Pendidikan seringkali disebut sebagai "eskalator" utama bagi mobilitas sosial dan perubahan nasib. Namun, di provinsi kepulauan seperti Kepulauan Riau (Kepri), tantangan geografis yang unik menciptakan celah yang cukup lebar bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Dalam sebuah diskusi mendalam yang disiarkan oleh Pandawa Radio 103.9 FM, topik bertajuk "Pesisir Tak Boleh Tertinggal: Mengurai Masalah Pendidikan di Kepri" menjadi sorotan penting untuk merefleksikan kembali kondisi pendidikan kita saat ini.
Pendidikan Sebagai Soal Keadilan, Bukan Sekadar Angka
Diskusi ini menggaris bawahi bahwa ketimpangan pendidikan di wilayah kepulauan bukan sekadar soal statistik atau angka partisipasi sekolah semata. Lebih dari itu, ini adalah persoalan keadilan fundamental. Masyarakat yang tinggal di gugusan pulau-pulau kecil seringkali harus berhadapan dengan kenyataan pahit: terbatasnya akses ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, kurangnya tenaga pendidik yang menetap, hingga fasilitas penunjang yang jauh tertinggal dibandingkan dengan wilayah urban seperti Batam atau Tanjungpinang.
Mengapa Pesisir Masih Tertinggal?
Beberapa poin krusial yang diurai dalam pembahasan tersebut mencakup masalah sistemik yang masih menghantui:
- Akses dan Transportasi: Geografi Kepri yang didominasi lautan membuat biaya akses pendidikan menjadi mahal. Siswa di pulau terpencil seringkali harus bertaruh nyawa menyeberangi lautan atau mengeluarkan biaya transportasi yang tidak sedikit hanya untuk mencapai sekolah.
- Distribusi Tenaga Pendidik: Masalah klasik mengenai penumpukan guru di kota dan kekosongan di pulau-pulau masih menjadi pekerjaan rumah besar. Kualitas pendidikan sangat bergantung pada keberadaan guru yang kompeten dan berdedikasi di wilayah tersebut.
- Infrastruktur Digital: Di era transformasi digital, kesenjangan sinyal dan perangkat teknologi di wilayah pesisir semakin memperlebar jarak antara siswa di kota dan di pulau.
Harapan dan Langkah Ke Depan
Narasi dalam video ini mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat sipil—untuk memberikan perhatian khusus pada pendidikan pesisir. Pembangunan tidak boleh hanya berpusat di daratan utama.
Pesannya sangat jelas: "Pesisir tak boleh tertinggal." Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa, terlepas dari di mana mereka lahir—apakah di pusat kota yang ramai atau di pinggiran dermaga pulau terkecil. Mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan adalah kunci utama untuk memastikan masa depan Kepulauan Riau yang lebih inklusif dan sejahtera.
Sumber : Pandawa Radio - https://youtu.be/w5y2qB5-L4s?si=jY05vzuPK85DDEzE
- Hits: 29