Hidup Sekali Harus Berarti: Mengenal Komunitas HCA dan Misi Kemanusiaan di Tanjung Pinang
Tanjungpinang, (06/01/2026) - Dalam sebuah episode menyentuh dari program "Sudut Mata" di Pandawa Radio 103.9 FM, pembawa acara Mastur Taher menghadirkan sosok pemuda inspiratif, Said Subhan Chandra Fani, S.Pd. Pria yang akrab disapa Bung Candra atau Said ini merupakan pendiri komunitas HCA (Hidup Cari Amal), sebuah wadah sosial yang bergerak atas dasar empati dan kepedulian terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah.
Sosok di Balik Gerakan
Said Subhan bukanlah sosok sembarangan. Selain berprofesi sebagai pendidik di Madrasah Aliyah (MA) Madani Tebuireng Bintan, ia juga merupakan keturunan ke-41 dari Rasulullah SAW melalui marga Alkhairit. Latar belakang pendidikannya di bidang Sastra Indonesia dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) turut membentuk cara pandangnya yang puitis namun pragmatis terhadap kehidupan.
Kelahiran HCA: Berawal dari Bencana
Komunitas HCA tidak lahir dari perencanaan formal di atas kertas, melainkan dari panggilan nurani saat Tanjung Pinang dilanda banjir besar pada akhir tahun 2020. Berawal dari bergerak sendiri dengan membuka donasi melalui Facebook, Said berhasil mengumpulkan kepercayaan netizen.
Satu hal yang menjadi prinsip utama HCA adalah transparansi penuh: 100% donasi disalurkan tanpa potongan biaya operasional sepeser pun. Segala biaya operasional ditanggung secara pribadi atau melalui sistem patungan antar anggota, demi menjaga amanah para donatur.
Menebar Manfaat di Luar Masa Bencana
Meski bermula dari tanggap bencana, HCA tidak berhenti saat banjir surut. Saat ini, komunitas tersebut aktif dalam berbagai kegiatan rutin, di antaranya:
- Majelis Ilmu yang Santai: Mengadakan kajian kitab Kasful Gummah setiap pekan yang disiarkan secara langsung melalui media sosial. Uniknya, kajian ini sering berpindah-pindah tempat ke kedai kopi atau kafe agar lebih mudah diterima oleh generasi muda (Gen Z) tanpa rasa canggung atau terhakimi.
- Santunan Rutin: Memberikan sagu hati kepada guru ngaji dan kaum duafa setiap bulan Ramadan.
- Pendampingan Moral: Hadir untuk mendengarkan keluh kesah mereka yang berduka, karena terkadang kehadiran fisik dan telinga yang mau mendengar jauh lebih berharga daripada bantuan finansial semata.
Filosofi Hidup dan Pesan untuk Pemuda
Said Subhan menekankan bahwa ibadah shalat adalah tiang utama yang melandasi semua aksi sosialnya. Baginya, shalat bukan hanya kewajiban, tapi sumber keteduhan jiwa yang mendorong seseorang untuk peduli pada sesama.
Sebagai penutup, ia membagikan jargon yang menjadi napas komunitas HCA:
"Hidup sekali harus berarti, hidup sesaat harus bermanfaat. Mari menebarkan manfaat untuk umat."
Kisah Said Subhan dan HCA mengingatkan kita bahwa di tengah duka dan kesulitan, selalu ada ruang untuk menanam benih pahala melalui kepedulian yang tulus.
Sumber Video: Pandawa Radio 103.9 FM - https://youtu.be/s28VZUaUlX8?si=RWlakk7F26blDcXD
- Hits: 35