Tanjungpinang, Kepulauan Riau
Mon - Sun: 6:00 - 23:00

Memilih Jalan Menuju Pelaminan: Pacaran, Taaruf, atau Bebas?

Memilih Jalan Menuju Pelaminan: Pacaran, Taaruf, atau Bebas?

Tanjungpinang, (30/12/2025) - Di era modern yang serba cepat, cara remaja mencari jodoh telah mengalami pergeseran nilai yang signifikan. Dalam program Sudut Mata di Pandawa Radio, menghadirkan Ahmad Masruch Nasucha, S.H.I., S.IP., seorang penghulu dari KUA Bukit Bestari Tanjung Pinang, diskusi hangat mengenai pergaulan remaja dan ikhtiar menemukan jodoh menjadi topik utama yang sangat relevan.

Menghadapi Fenomena Pergaulan Remaja

Ustadz Ahmad Masruh menekankan pentingnya remaja memiliki pergaulan yang sehat untuk membangun masa depan yang cerah. Menurutnya, pergaulan yang sehat adalah fondasi bagi terbentuknya keluarga yang Sakinah, Mawaddah, dan Warahmah. Beliau juga menyoroti bahwa banyak remaja saat ini mengalami "kekosongan nilai" yang membuat mereka rentan terjebak dalam pergaulan yang tidak sehat.

Salah satu tantangan terbesar adalah tingginya angka pacaran di kalangan remaja yang sering kali melampaui batas. Beliau mengingatkan bahwa dalam pandangan agama, jika dua orang yang bukan muhrim berdua-duaan, maka yang ketiganya adalah setan. Dampak dari pergaulan bebas ini sangat nyata, terlihat dari kasus pernikahan di bawah umur yang sering kali dipicu oleh kondisi "kecelakaan" atau hamil di luar nikah.

Taaruf : Alternatif Islami yang Menenangkan

Diskusi ini juga membedah perbedaan antara Pacaran dan Taaruf. Berbeda dengan pacaran yang seringkali tanpa batasan, Taaruf adalah proses mengenal calon pasangan dengan tetap menjaga batasan syariat.

  • Tanpa Berdua-duaan: Taaruf dilakukan dengan kehadiran mahram.
  • Tujuan Jelas: Fokus utamanya adalah mengenal karakter untuk jenjang pernikahan, bukan sekadar kesenangan sesaat.
  • Ketenangan Batin: Menjalani Taaruf memberikan rasa tenang karena tidak melanggar perintah agama dan lebih dihormati oleh keluarga serta masyarakat.

Empat Kriteria Memilih Jodoh

Sebagai panduan bagi para remaja, Ustadz Masruh mengutip hadis Nabi Muhammad SAW mengenai empat kriteria dalam memilih pasangan hidup:

  • Harta (Kekayaan)
  • Nasab (Keturunan)
  • Kecantikan/Ketampanan
  • Agama

Namun, penekanan utama jatuh pada poin keempat: Agama. Beliau berpesan bahwa jika seseorang memilih pasangan karena kualitas agamanya, maka keberkahan akan mengikuti.

Pesan untuk Orang Tua dan Remaja

Pendidikan keluarga adalah kunci utama. Orang tua tidak boleh hanya mengandalkan sekolah, tetapi harus menjadi teladan nyata di rumah. Bagi remaja, langkah pertama untuk mendapatkan jodoh yang baik adalah dengan memperbaiki diri sendiri. Sesuai dengan prinsip dalam Surah An-Nur ayat 3, kualitas pasangan biasanya mencerminkan kualitas diri kita sendiri.

Mencari jodoh bukan sekadar mengikuti tren atau gairah sesaat. Dengan memahami potensi diri, menjaga batasan pergaulan, dan mengutamakan nilai agama, remaja dapat melangkah menuju pernikahan yang kokoh dan diridhai.

Sumber Video: Pandawa Radio 103.9 FM - https://youtu.be/MzvlK5JVaSU?si=uzqRg9QKEbeI3Wxi

  • Hits: 43