Mengangkat Marwah Lingga: Perspektif dan Rekam Jejak H. Alias Wello
Tanjungpinang, (23/12/2025) - Kabupaten Lingga, yang dikenal sebagai "Bunda Tanah Melayu," kini tengah berada di persimpangan jalan dalam upaya mempertahankan martabat dan kemandirian ekonominya. Dalam sebuah bincang-bincang mendalam di program Sudut Mata "Secuil Ulasan Kehidupan Tokoh" Pandawa Radio 103.9 FM, menghadirkan mantan Bupati Lingga periode 2016-2020, H. Alias Wello, S.I.P., berbagi pandangan kritis sekaligus inspiratif mengenai masa lalu, masa kini, dan masa depan kabupaten tersebut.
Sosok Pemimpin yang Berani dan Apa Adanya
Haji Alias Wello, atau yang akrab disapa AW, adalah putra daerah kelahiran Dabo Singkep yang memiliki rekam jejak panjang, mulai dari aktivis sekolah, pengusaha, hingga politisi ulung. Ketegasannya sudah terlihat sejak masa SMA, di mana ia berani mengambil risiko politik meskipun menghadapi ancaman dari penguasa saat itu.
Selain karir politiknya, AW dikenal karena kejujurannya dalam kehidupan pribadi. Ia secara terbuka menyampaikan prinsip tanggung jawab moral dalam keluarga, termasuk keberaniannya menghadirkan kedua istrinya saat pelantikan bupati sebagai bentuk transparansi dan keadilan.
Menyelamatkan Lingga dari Kebangkrutan
Saat pertama kali menjabat sebagai Bupati Lingga pada tahun 2016, AW diwarisi kondisi keuangan yang sangat memprihatinkan. Dengan APBD sekitar Rp700 miliar, Lingga menanggung beban hutang pihak ketiga sebesar Rp127 miliar.
Namun, melalui manajemen yang ketat dan efisien, AW berhasil melakukan lompatan besar:
- Melunasi Hutang : Hutang Rp127 miliar diselesaikan hanya dalam waktu 10 bulan melalui efisiensi anggaran, termasuk pengurangan kegiatan mubazir.
- Peningkatan PAD : Pendapatan Asli Daerah (PAD) melonjak dari Rp18 miliar di tahun pertama menjadi lebih dari Rp40 miliar di akhir masa jabatannya.
- Prestasi Birokrasi : Meraih piala Adipura tiga kali berturut-turut serta predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) pertama kali untuk Lingga.
Potensi Raksasa yang Belum Terjamah
Alias Wello menegaskan bahwa Lingga adalah kabupaten terkaya di Kepulauan Riau dalam hal potensi sumber daya alam. Ia memetakan empat pilar ekonomi utama: pertanian, perikanan, peternakan, dan pariwisata.
Beberapa potensi besar yang ia soroti antara lain:
- Sumber Daya Mineral : Lingga memiliki emas, timah, pasir silika, boksit, biji besi, hingga granit yang belum tereksploitasi maksimal.
- Kekayaan Air : Debit air gunung yang melimpah memiliki potensi besar untuk diekspor sebagai air baku ke Batam atau dikelola menjadi industri air kemasan.
- Industrialisasi : Upaya membangun hilirisasi melalui pabrik tepung ikan, pakan udang, hingga pengolahan kelapa dan sagu.
Kritik Terhadap Kondisi Saat Ini
Meskipun sempat memuji kinerja wakilnya saat itu (Nizar) yang kini menjabat sebagai Bupati, AW menyatakan keprihatinan mendalam terhadap kondisi Lingga saat ini yang ia sebut berada di ambang "gelap gulita" secara ekonomi.
Ia menyoroti beberapa poin kritis:
- Target PAD yang Tidak Realistis : Target PAD tahun 2025 sebesar Rp170 miliar, namun realisasinya hingga saat ini baru mencapai sekitar Rp40 miliar.
- Beban Hutang Baru : Adanya rencana pinjaman bank sebesar Rp63 miliar untuk tahun 2026 yang dianggap dapat membebani daerah jika tidak dibarengi strategi penggalian PAD yang jelas.
- Kebijakan yang Kurang Efektif : Ia mengkritik cara-cara konvensional dalam pemungutan pajak restoran yang dinilai tidak produktif.
Harapan untuk Masa Depan
Menutup perbincangan, Alias Wello menekankan perlunya kesadaran kolektif dari seluruh pemangku kebijakan untuk memformat ulang strategi pembangunan Lingga. Meski ia berpikir ulang untuk kembali maju di Pilkada, komitmennya untuk menyelamatkan martabat Lingga tetap kuat melalui ide-ide dan masukan konstruktif demi kemandirian daerah
Sumber: Pandawa Radio 103.9 FM - https://youtu.be/ezmOZxhwkLI?si=oHqmvrsbJNJfAa3b
- Hits: 48