Peran HIPKI Kepri Menyiapkan SDM Lokal Hadapi Dunia Kerja
Talkshow yang disiarkan oleh Pandawa Radio 103.9 FM dalam program "Sudut Mata Secuil Ulasan Kehidupan Tokoh menghadirkan sosok inspiratif, Ibu Sri Rahayu, S.Pd.AUD.,M.Pd. Dalam perbincangan mendalam yang dipandu oleh Mastur Taher, dibahas mengenai "Sumbangsih dan Peran HIPKI dalam Pembangunan di Kepulauan Riau".
Ibu Sri Rahayu, yang akrab disapa Bu Yayu, adalah seorang pendidik sekaligus penggerak organisasi yang lahir di Dabo Singkep. Ia menjabat sebagai Ketua Himpunan Penyelenggara Kursus Indonesia (HIPKI) Provinsi Kepulauan Riau, sebuah organisasi yang memayungi lembaga-lembaga kursus dan pelatihan di daerah tersebut.
HIPKI: Wadah Pembina Keahlian Vokasi dan Non-Vokasi
HIPKI, sebagai Himpunan Penyelenggara Kursus Indonesia, memiliki peran sentral sebagai wadah bagi semua Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) maupun Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang tersebar di Kepri, khususnya di Batam dan Tanjung Pinang. Keberadaan HIPKI sangat penting, terutama karena:
- Regulasi Izin : Untuk mengurus izin penyelenggaraan kursus, lembaga wajib memiliki rekomendasi dari HIPKI. Hal ini menjadikan HIPKI sebagai pintu gerbang legalitas bagi penyelenggara kursus di Kepri.
- Jenis Kursus : Lembaga-lembaga di bawah HIPKI menawarkan berbagai bidang keahlian (vokasi) seperti menjahit, boga, kecantikan, dan perbengkelan, serta non-vokasi seperti bimbingan belajar (bimbel) dan kursus bahasa asing (Inggris, Jepang, Mandarin).
Visi Besar Menjawab Tantangan Pengangguran
Ibu Sri Rahayu menjelaskan bahwa visi besar HIPKI adalah menjadi lembaga unggul yang mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) profesional, kompeten, dan mandiri, siap kerja, atau berwirausaha sesuai kebutuhan industri.
Peran HIPKI dalam pembangunan Kepri diwujudkan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, yaitu Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja, serta perusahaan dan perguruan tinggi.
Salah satu program utama yang menjadi fokus HIPKI ke depan adalah partisipasi dalam program nasional untuk mengatasi pengangguran:
- Program 500.000 Kuota : Pada tahun 2026, ditargetkan adanya pelatihan kerja tersubsidi bagi 500.000 lulusan SMA dan SMK yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.
- Siap Kerja Global : Peserta pelatihan yang memiliki skill dan kompetensi sesuai kebutuhan industri akan disiapkan untuk bekerja, baik di perusahaan dalam negeri (termasuk Kepri) maupun berpotensi dikirim ke luar negeri (Jepang, Jerman, dll.)
- Subsidi Pemerintah : Untuk memutus rantai kendala biaya, biaya kursus akan disubsidi penuh oleh pemerintah, sehingga lulusan SMA/SMK yang menganggur dapat mengikuti pelatihan tanpa terbebani biaya.
HIPKI berkomitmen untuk berjuang agar kuota pelatihan bagi masyarakat Kepri dapat dialokasikan dalam jumlah yang besar, mengingat tantangan pengangguran yang cukup signifikan di wilayah tersebut.
Pesan untuk Generasi Muda
Di akhir perbincangan, Ibu Sri Rahayu berpesan kepada para orang tua dan pemuda, terutama lulusan SMA dan SMK, untuk segera bergabung dengan lembaga-lembaga kursus yang ada. Ini adalah langkah krusial, sebab di dunia kerja saat ini, seseorang yang tidak memiliki keahlian atau skill akan kalah bersaing dengan mereka yang kompeten.
Sumber: Pandawa Radio 103.9 FM - http://www.youtube.com/watch?v=365VFowrZJ8.
- Hits: 43