Tanjungpinang, Kepulauan Riau
Mon - Sun: 6:00 - 23:00

Langkah Kecil Menuju Tanah Suci, Transformasi Pengusaha Travel Umroh

Langkah Kecil Menuju Tanah Suci, Transformasi Pengusaha Travel Umroh

Tanjungpinang, (26/11/2025) — Pandawa Radio 103.9 FM kembali hadir menemani Mitra Pandawa setiap hari Selasa pagi dalam program inspiratif Sudut Mata: Secuil Ulasan Kehidupan Tokoh. Pada episode kali ini, perbincangan inspiratif yang dipandu oleh Mastur Tahir menghadirkan sosok seorang pengusaha Travel Umroh yaitu Bapak Tarsan Abu Zakir. Program ini selalu mengajak kita menelusuri kisah inspiratif dan warisan budaya yang membentuk identitas masyarakat Kepulauan Riau.

Setiap perjalanan besar selalu bermula dari langkah kecil. Kalimat ini merangkum kisah Bapak Tarsan Abu Zakir, seorang pengusaha di Tanjung Pinang yang bertransformasi dari pebisnis fotokopi menjadi pemilik layanan perjalanan ibadah umrah. Dalam perbincangan hangat di Pandawa Radio, ia membagikan kisah inspiratifnya, dari hidup di kota kecil hingga menemukan panggilan untuk menjadi khadimul Haramain (pelayan dua tanah suci).

Jejak Perjalanan dari Kampung ke Kota

Tarsan Abu Zakir mengawali kisahnya dari Bojonegoro, Jawa Timur, sebuah kabupaten kecil di mana ia lahir dan besar. Setelah lulus SMA pada tahun 1990, ia memutuskan untuk merantau ke Batam. Lima tahun kemudian, ia hijrah lagi ke Jakarta untuk mengelola sebuah perusahaan jual beli mesin fotokopi milik pengusaha Singapura.

Pada tahun 2004, setelah sempat terpisah dengan sang istri selama empat tahun akibat kerusuhan 1998 di Jakarta, ia memutuskan kembali ke Tanjung Pinang. Di kota ini, ia membangun usahanya sendiri, mendirikan PT Utama Kopier, sebuah bisnis jual beli dan sewa mesin fotokopi yang, alhamdulillah, masih eksis hingga saat ini.

Titik Balik di Atas Awan: Panggilan ke Baitullah

Kesuksesan dalam bisnis fotokopi dan multi-level marketing bidang kesehatan sempat membawa Pak Tarsan berkeliling dunia, mulai dari Singapura, Malaysia, Thailand, hingga Korea. Namun, pada akhir 2016, dalam perjalanan pulang dari Korea, sebuah perenungan terjadi di atas pesawat.

"Ya Allah, begitu indah ciptaan-Mu. Saya sudah ke mana-mana, kenapa ke rumah-Mu saja kok aku belum terketuk pintu hati sampai hari ini?" kenangnya.

Padahal, sang istri sudah sering mengajaknya pergi Umrah sejak 2015. Sekembalinya ke rumah, ia segera menyampaikan tekadnya: mereka akan segera berangkat Umrah. Tekad yang lahir dari niat tulus itu pun segera dimudahkan Allah. Ia menemukan seminar travel umrah, dan pada Februari 2017, ia dan sang istri akhirnya menunaikan ibadah Umrah pertama mereka.

Melayani Tamu Allah: Suka Duka Bisnis Umrah

Pengalaman Umrah pertama itu membuka jalan baru. Sekembalinya dari Tanah Suci, Pak Tarsan mulai merintis usaha travel Umrah. Awalnya ia bergabung dengan beberapa perusahaan besar (seperti Armina Reka Perdana). Berbekal pengalaman ini dan saat pandemi COVID-19, ia memutuskan untuk berdiri sendiri dengan travel yang dikelolanya, Berkah Utama.

Ia mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas profesi ini, merasa terpilih sebagai pelayan tamu-tamu Allah dan Rasulullah. Ia juga kini diamanahi sebagai Sekretaris Forum Komunikasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah Provinsi Kepulauan Riau.

Namun, duka dalam perjalanan pelayanan pun tak luput terjadi. Ia bercerita tentang insiden dramatis di Bandara Jeddah di mana tujuh koper jemaah tertinggal. Dalam kondisi panik, ia mengatasinya dengan bersabar, salat dua rakaat, dan meminta pertolongan Allah. Jemaah pun menerima dengan ikhlas, dan alhamdulillah koper tersebut berhasil diurus dan kembali. Kejadian ini semakin memperkuat keyakinannya bahwa bersandar pada Allah adalah solusi terbaik dari setiap kendala.

Tagline Penuh Makna: Umrah Tanpa Utang

Menariknya, di tengah maraknya tawaran Umrah dengan skema pembiayaan (utang), Pak Tarsan mengusung tagline yang menjadi prinsip hidupnya: "Umrah Tanpa Hutang, Ibadah Lebih Tenang".

Ia menjelaskan bahwa ia pernah menggunakan skema utang, namun kemudian berhijrah setelah menyadari bahwa berutang untuk ibadah dapat mengurangi kesempurnaan dan ketenangan batin. Ia berpegang pada prinsip istitaah (kemampuan), bahwa Umrah wajib bagi yang mampu . Dengan tagline ini, ia mengajak masyarakat untuk melunasi biaya Umrah terlebih dahulu agar ibadah yang dilakukan bisa sepenuhnya fokus dan terbebas dari beban utang.

Sebagai penutup, Pak Tarsan Abu Zakir berpesan kepada generasi muda untuk terus semangat, meng-upgrade diri, dan belajar dari orang-orang sukses. Yang terpenting, bagi para pengusaha muslim, ia mengingatkan untuk senantiasa mengikuti syariat Islam dalam berbisnis (muamalah) agar usahanya berkah.

Sumber Video: https://youtu.be/FzQGvCT5Ddw

  • Hits: 42